Candi Surawana merupakan candi yang dibangun pada abad 14 digunakan untuk menghormati Raja Bhre Wengker dari Kerajaan Wengker yang masih dibawah naungan Kerajaan Majapahit. Raja Hayam Wuruk juga pernah mengunjungi dan menginap di candi ini pada tahun 1361 sesuai dengan kitab Negarakertagama. Dimensi ukuran candi ini hanya 8 meter x 8 meter saja membuatnya tidak begitu besar.

Candi ini dibangun menggunakan batu andesit dengan menghadap ke barat. Sebagian besar tubuh dan atap dari candi ini sayangnya sudah hancur yang tersisa hanyalah kaki kaki candi yang masih berdiri tegak ditempatnya. Pada bawah kaki candi tersebut dapat ditemukan relief yang berkisah tentang Tantri, sedangkan pada bagian atasnya menceritakan kisah Sri Tanjung, Arjunawiwaha, Bubuksah dan Gagak Aking. Pemahatan relief yang menceritakan kisah-kisah semacam ini digunakan untuk tujuan peruwutan.
Candi ini telah mengalami pemugaran sehingga lingkungan sekitar candi tertata dengan baik, namun pemugaran tersebut belum maksimal karena hanya bagian kaki candi saja yang tersisa. Banyak juga bebatuan di lokasi candi yang belum dikembalikan ke tempat semula, namun batu-batu tersebut tertata dengan baik di atas lajur semen agar menghambat proses pengikisan oleh resapan air.

Referensi :
