Candi yang memiliki nama lain Candi Cungkup ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Memiliki nama lain Candi Cungkup yang bermakna menara, menandakan bahwasannya candi ini merupakan candi yang tertinggi pada masanya. Candi yang digunakan sebagai bentuk persembahan dan penghormatan kepada Raja Kertanegara ini para ahli arkeolog memperkirakan Candi Singosari didirakan sekitar tahun 1300 Masehi. Diketahui dari arca Siwa yang terdapat di halaman candi, Candi Singosari memiliki corak agama Hindu peninggalan dari Kerajaan Singosari.

Berdiri di atas batu kaki setinggi 1,5 m dengan tanpa adanya relief ataupun hiasan. Pada tangga naiknya tidak diapit oleh pipi tangga yang terdapat hiasan makara. Pintu masuk candi ini sangat sederhana dengan tanpa hiasan berupa pahatan. Di atas pintu terdapat kepala Kala yang juga sederhana pahatannya, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwasannya pembangunan Candi Singosari ini masih belum terselesaikan dengan sempurna.
Candi ini pernah mengalami pemugaran pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1930, namun proses pemugaran belum sepenuhnya terselesaikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya tumpukan batu yang berada di sekeliling candi dan belum dikembalikan ke tempat asalnya. Pada sekeliling candi juga terdapat arca-arca yang kemungkinan rusak atau belum selesai dibuat, diantaranya arca Siwa, arca Durga, dan arca Lembu Nandini. Tidak jauh dari Candi Singosari 300 meter ke arah barat di daerah pemukiman padat penduduk, ditemukan dua arca Dwarapala yang berukuran besar, arca Dwarapala merupakan prajurit raksasa penjaga gerbang, dengan ukuran tinggi 3,7 meter dan lingkar tubuh 3,8 meter, arca ini konon memiliki berat hingga 40 ton.

Referensi :

