Candi Simping

Candi yang menurut penuturan warga dibangun pada tahun 13 masehi ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit yang dibangun di daerah Blitar. Candi ini berlokasi di daerah jalur lalu lintas perdagangan antara Kota Kediri (Dhaha) dan Malang (Tumapel). Candi yang bercorak agama Hindu ini merupakan tempat peristirahatan terakhir dari Raja Raden Wijaya yang meninggal pada tahun 1309 Masehi.

Pada area candi ini ditemukan sebuah arca berbentuk gabungan Dewa Siwa dan Dewa Wisnu yang Bernama Arca Harihara. Arca tersebut menggambarkan sosok dari Raja Raden Wijaya yang sekarang disimpan di dalam Museum Nasional RI. Selain menjadi tempat peristirahat terakhir, Candi Simping juga digunakan untuk pemujaan roh Raja Raden Wijaya yang dipercaya titisan dari Dewa Siwa dan Dewa Wisnu. Untuk saat ini, Candi Simping ini digunakan sebagai objek wisata  dan media pembelajaran bahwasannya terdapat bukti sejarah dari Kerajaan Majapahit yang telah lama ada pada masa lalu di Jawa Timur.

Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Candi Simping ini memiliki struktur bangunan berdimensi panjang 8,4 meter, lebar 8,4 meter dan tinggi 0,98 meter menghadap ke arah barat. Berpondasi dengan batu bata merah dengan dilapisi batu andesit di bagian tengah dan permukaan candi. Pada kaki-kaki Candi Simping ini terdapat sebuah batu kubus  yang memiliki relief hewan kura-kura dan naga yang saling terkait mengelilingi batu tersebut. Candi ini pernah mengalami rekonstruksi pada era Raja Hayam Wuruk yang dilakukan pada tahun 1363.


Referensi :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *