Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1845 oleh pemerintah Hindia Belanda. Penemunya adalah penduduk pribumi setempat kemudian melaporkannya ke Belanda. Jadi, yang mencatat adalah Belanda. Dalam proses penemuannya, Candi Sumberawan ditemukan dalam kondisi rusak, sudah ditumbuhi akar pohon. Pada tahun 1937 candi ini dipugar hingga sekarang dengan bagian puncak yang belum sempurna. Terdapat kesulitan untuk menata batu-batu sisa yang seharusnya berada di atas puncak Candi. Sedangkan pada puncak seharusnya terdapat catra seperti payung tertutup.

Candi Sumberawan merupakan satu-satunya candi yang berbentuk stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Karena berdasarkan sumber dari kitab Negarakertagama, pada tahun 1359 Raja Hayam Wuruk singgah di tempat candi Sumberawan. Dahulu, kawasan Candi Sumberawan bernama Kasurangganan. Diperkirakan setelah singgahnya Raja Hayam Wuruk, didirikanlah bangunan suci atau candi ini. Sebelum candi ini dibangun, tempat beridirinya candi sudah digunakan untuk kegiatan semacam penyucian untuk prajurit.
Candi ini mempunyai fungsi yaitu: (1) Sebagai simbol dari agama Budha; (2) Alat transformasi air biasa menjadi air amerta atau air suci. Dibawah candi ada sumber air yang mengalir ke sumber air lainnya yang ada di dekat Candi Sumberawan. Di kawasan Candi Sumberawan terdapat dua sumber. Sumber yang pertama berhubungan dengan kesehatan sedangkan sumber yang kedua berhubungan dengan derajar, pangkat, jodoh dan lain sebagainya.
Penulis :
Izam Masroir
