Nama Sawentar merupakan nama yang diambil dari locus dari candi yang terletak di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini. Dalam kitab Nagarakratagama juga disebutkan nama candi ini yaitu Lwa Wentar. Untuk menjangkau candi ini, kurang lebih membutuhkan waktu perjalanan selama 3 jam dan berjarak 168 km dari ibukota Provinsi Jawa Timur. Candi ini pernah dikunjungi oleh Raja dari Majapahit yaitu Hayam Wuruk, namun pada saat ditemukan pertama kali pada tahun 1915 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda (Oudheidkundige), candi ini tertimbun lahar dari Gunung Kelud.

Susunan Candi Sawentar ini terdiri dari 2 komplek, yaitu Candi Sawentar 1 dan Candi Sawentar 2. Candi Sawentar 1 memiliki ukuran dimensi panjang 9,53 meter, lebar 6,86 meter dan tinggi 10,65 meter dengan menghadap ke arah barat yang tersusun dari bebatuan andesit. Candi Sawentar memiliki bentuk yang tinggi dan ramping seperti karakter bangunan candi pada abad 12-13 masehi yang berada di Jawa timur. Candi ini diyakini memiliki corak agama Hindu, dikarenakan di dalam ruangan candi terdapat sebuah yoni bermotif garudeya yang menceritakan tentang pencarian amerta dan samodratana.
Sedangkan pada Candi Sawentar 2 yang memiliki jarak 100 meter ke selatan dari Candi Sawentar 1 tepatnya di daerah sekitar pasar Desa Sawentar, menurut ahli arkeologi dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta digunakan sebagai monumen untuk mengenang kematian ayah Suhita yang meninggal pada saat terjadi perang paregreg. Candi ini ditemukan saat Pak Sugeng Ahmadi sedang menggali sumur pada tahun 1999 lalu diekskavasi oleh BPCB Trowulan dan dibantu oleh Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Referensi :

